Friday

, ,

Ini Event Wisata Sumbar Mei 2017, Mana Yang Bakalan Kamu Saksikan

SUTAN MINANG -Bagi yang ingin datang ke sumbar atau masyarakat Minangkabau yang belum tahu event wisata bulan Mei 2017, Berikut ada beberapa Event, Sutan Minang ambil dari situs Wonderfulminangkabau.com dengan ulasan dari berbgai sumber.

1. Berkaul di Kabupaten Sijinjung pada 7 Mei
Berkaul bisa dikenal dengan sebutan "'Bakaua". Pada umumnya setiap nagari di Kabupaten Sijunjung hingga saat ini masih tetap melaksanakannya dan biasanya bakaua adat ini dilaksanakan setelah selesai masa panen dan hendak menjelang musim tanam ditahun berikutnya.

Barajamanulih.blogspot.co.id
Biasanya pelaksanaan bakaua adat ini diawali terlebih dahulu dengan musyawarah diting­kat nagari, yang dihadiri seluruh petinggi-petinggi nagari, mulai dari ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai serta walinagari dan lembaga-lembaga yang ada di nagari. Setelah didapat kata sepakat, bulek alah sagolek, picak alah salayang, maka ditentu­kanlah hari pelaksanaan bakaua, termasuk berbagai jenis hiburan yang akan ditampil­kan pada malam bajago-jago guna meny­emarakkan alek anak nagari tersebut. Mis­alnya penampilan kesenian randai, selawat dulang, saluang dendang, rabab maupun yang lainnya. (info dari Barajamanulih.blogspot.co.id) 
  
2. Festival Danau Maninjau di Kabupaten Agam Pada 14 Mei
  
Festival ini digelar oleh masyarakat dan pemerintah Agam sebagai sebuah langkah untuk kembali menggali dan mempromosikan wisata di Kabupaten Agam, dan festival ini digelar setiap tahunnya.
sumbarsatu.com



Dikutip dari sumbarsatu.com Festival Danau Maninjau biasanya menampilkan Lomba Dayuang atau Perahu, Lomba Tambua Tansa dilaksanakan, Lomba Saluang Tradisional, Lomba Talempong Agung, Pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) Kreatif. 

3. Pacu Jawi di Kabupaten Tanah Datar pada 13 sampai 27 Mei
Pacu jawi merupakan budaya asli Kabupaten Tanah Datar yang sudah turun temurun. Tak pernah berhenti, event tahunan yang ditaja oleh masyarakat setempat ini menjadi sebuah kebanggan warga Minangkabau yang banyak ditonton oleh turis pada setiap gelarannya, baik itu dari dalam Negeri ataupun Mancanegara.
 
baralekdi.blogspot.co.id
Saat kegiatan betapa penuh perjuangan para Joki yang sedang menunggangi Sapi-sapi (Jawi) mereka. Berjibaku di tengah-tengah lumpur tak membuat sang Joki merasa kewalahan.

Dalam aturan permainan pacu jawi, sang Joki harus siap dengan dua ekor sapi ternak mereka. Sapi-sapi tersebut dipasangi satu bajak sekaligus tempat berdiri atau menjadi posisi kemudi sang Joki.
4. Sahec ‘Semalam di Soedoet Kampoeng di Goedang Ransoem, Sawalunto Minggu ketiga Mei
Event ini ditaja oleh Sawahlunto Heritage Community (SAHEC) di Halaman Museum Goedang Ransoem Kota Sawahlunto . Acara ini bertujuan agar masyarakat Sawahlunto khususnya untuk dapat mengetahui, menjaga, dan melestarikan warisan dan budaya yang pernah ada di Kota Sawahlunto dulu demi terwujudnya tujuan kita bersama yaitu menjadikan Kota Sawahlunto sebagai Kota Tua Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO dan mampu menarik wisatawan berkunjung ke Kota Sawahlunto. 
http://jinderapura.blogspot.co.id
Adapun bentuk kegiatan pada acara ini antara lain, belajar menganyam janur (ketupat, kembang mayang, dll), permainan lomba anak remaja tempo doeloe (congklak, bakiak, dll) dan juga ada penampilan kesenian randai, orkes keroncong serta permainan anak nagari. 
Disini juga dapat kita temukan dan nikmati makanan khas tempo doeloe seperti getuk, tiwul, sawut, kue talam, gembloeng, dan wedang jahe. So...buat yang ingin berkunjung dan bermalam minggu di soedoet kampoeng jangan lupa untuk pakai busana tempoe doeloe. Don'y Miss It... Salam Pesona Indonesia. (sumber sawahluntotourism.com)
5. Festival Gandoriah di Kota pariaman pada 25-28 Mei
Biasanya Sembilan perlombaan dalam event ini. Lomba beruk memetik kelapa, lom­ba layang-layang kreasi, lom­ba memasak bermacam jenis sala piaman, lomba foto objek wisata, lomba kuliner gulai kapalo ikan, lomba surving, lagu minang, lomba video pesona wisata Paria­man dan Gandoriah Music Fiesta. 
https://m.tempo.co
Pemerintah Kota pa­riaman konsisten dengan visi misinya yaitu men­ja­dikan Kota Pariaman dae­rah tujuan wisata pantai dan bahari. Sebagai upaya itu beragam festival menjadi kalender wisata, sejak dari  Festival Pesona Gandoriah, Tabuik, dan Triathlon telah diagendakan sebagai iven nasional oleh Kementerian Pariwisata. (harianhaluan.com)

Share:
Read More

Thursday

, ,

Serunya Menyaksikan Pacu Jawi

SUTAN MINANG - Pacu jawi merupakan budaya asli Kabupaten Tanah Datar yang sudah turun temurun. Tak pernah berhenti, event tahunan yang ditaja oleh masyarakat setempat ini menjadi sebuah kebanggan warga Minangkabau yang banyak ditonton oleh turis pada setiap gelarannya, baik itu dari dalam Negeri ataupun Mancanegara.

Dalam Video yang Sutan Minang tampilkan berikut, sudah dapat menjadi bukti betapa meriah dan serunya kegiatan yang sudah tercantum dalam kelender kegiatan tahunan Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah datar ini.

Dapat kita lihat, betapa penuh perjuangan para Joki yang sedang menunggangi Sapi-sapi (Jawi) mereka. Berjibaku di tengah-tengah lumpur tak membuat sang Joki merasa kewalahan.

Dalam aturan permainan pacu jawi, sang Joki harus siap dengan dua ekor sapi ternak mereka. Sapi-sapi tersebut dipasangi satu bajak sekaligus tempat berdiri atau menjadi posisi kemudi sang Joki.
baralekdi.blogspot.co.id
Mungkin sudah bisa dibayangkan betapa uniknya kegiatan Pacu Jawi ini. Pasti ada sebagian pembaca yang kini sedang mengalami panasaran berat dan ingin meyaksikan secara langsung penyelenggaraan event Budaya yang geliatnya sudah mencapai Dunia Internasional.



Ada empat kecamatan penyelenggara pacu jawi di Tanah Datar, yakni Kecamatan V Kaum, Pariangan, Sungai Tarab,dan Rambatan. Menurut marwan, pacu jawi terbesar dilaksanakan pada 10, 17, 24 dan 31 agustus 2013. Kegiatan ini menjadi ajang bagi pemilik sapi untuk menguji kemampuan berlari hewan peliharaan mereka. Sekitar 800 ekor sapi akan berpacu di sawah dalam acara selama empat hari Sabtu dalam bulan Agustus itu. “kalau sapi bisa berlari lurus, harganya bisa melonjak dua kali lipat atau bahkan lebih dari harga normal”. Pacu jawi digelar turun temurun. Sebelum terangkat menjadi kegiatan wisata, pacu jawi adalah kegiatan lokal masyarakat sebelum musim tanam dilakukan. Di tanah datar, sekitar 75 persen warganya adalah petani. Hari Sabtu lalu, kegiatan pacu jawi untuk bulan Maret-April digelar di Jorong Tigo Batur. Kegiatan diadakan selama lima kali hari Sabtu, pukul 12.00-15.00. lokasi pacu jawi juga dijadikan arena pacu jawi akbar ada Agustus nanti. “Sekitar 400 sapi yang ikut kegiatan kali ini”, ujar Ketua Persatuan Olahraga Pacu jawi (Porwi) Tanah Datar Fahmi. Sapi didatangkan dari sejumlah nagari di Tanah Datar, jumlah sapi semakin bertmbah setelah pacu jawi banyak digelar di Tanah Datar beberapa tahun terakhir. Tiga tahun lalu, ada sekitar 80 sapi ikut serta dalam sekali kegiatan pacu jawi. Selain itu ada sekitar 60 joki yang biasa mengendalikan laju sapi. Tak mudah sebenarnya mengendalikan laju sapi. Joki hanya berdiri di tangkai bajak sambil memegang ekor sapi agar sapi mau berlari. Bertempur dalam area sawah penuh lumpur. Kadang sapi berlari kearah yang tidak seharusnya. Belum lagi yang harus dikendalikan adalah dua ekor sapi. Cipratan lumpur mengenai seluruh tubuh joki bahkan mengenai mata. Dan itu bisa mengganggu penglihatan para joki.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/akbarisation/pacu-jawi-tanah-datar-perayaan-tradisional-atraksi-wisata_552951bd6ea8341a5b8b4575
Dikutip dari Antarasumbar.com, dapat semakin memperjelaskan geliat Pacu Jawi.
Penonton dalam event ini tak memandang usia, mulai dari laki-laki dan wanita. Bahkan, acara ini banyak diminati berbagai kalangan, baik itu Orang tua, dewasa, remaja, anak-anak, balita hingga bayi yang masih dalam gendonga.



Asal penonton pun beragam, ada warga lokal Tanah Datar, Sumatera Barat dan wilayah lainnya di Sumatera, bahkan Indonesia yang jadi wisatawan. Di antara mereka juga nampak orang berkulit putih dan berhidung mancung yang sengaja datang sebagai dari mancanegara.

Para wisatawan dalam dan luar negeri itu berkunjung sebagai bagian trip paket wisata mereka di Ranahminang yang telah disusun pihak tour dan travelnya.
baralekdi.blogspot.co.id

Di tengah gemuruh penonton juga nampak sejumlah fotografer lokal dan mancanegara, juga beberapa kameramen. Lensa-lensa di kamera mereka panjang-panjang dan apa pula pakai tripot. Mereka siap-siap mengabadikan moment pacuan jawi itu untuk berbagai kepentingan.

Suasana di lokasi pacuan seperti pesta malam. Ribuan penonton tumpah ruah, dan para pedagang makanan, minuman, mainan anak-anak dan aksesoris juga berdatangan menjajakan dagangannya.

Payung-payung besarpun terkembang oleh para pedagang untuk peneduh tempatnya berjualan. Ratusan ribu, jutaan hingga puluhan juta rupiah beredar membuat ekonomi berputar.

Acaranya biasanya berlangsung pada sore hari hingga matahari terbenam. Tradisi yang telah turun temurun ini makin hangat dengan alunan musik-musik tradisional Minang yang diputar panitia dengan alat pengeras suara.

Sementara itu dua pasangan "jawi" atau sapi nampak bersiap di garis star. Setelah semua benar-benar siap, baru seorang panitia mengibarkan bendera star, bertanda pacuan dimulai.

Dua pasang jawi lalu berpacu untuk menjadi yang tercepat dan terkuat. Dipandu para joki yang memegang tali dan ekor ternak tersebut. Jawi-jawi itu menghentakan kaki-kakinya di lintasan yang basah dan berlumpur.

Nampak sekali-kali air dan lumpur terciprat ke udara diterjang kaki-kaki sapi. Sang joki kadang sampai mengigit ekor jawi dan melecutinya untuk memberi semangat agar makin cepat berlari.
baralekdi.blogspot.co.id
Sorak-sorai penonton bergema ditengah alunan musik talempong, puput dan gendang hingga acara pun makin meriah.

Lama pacuan tidak lebih dari satu menit dan beberapa kali dilaksanakan menampilkan puluhan pasangan jawi nan jokinya. Hingga akhirnya terpilih yang tercepat dan terkuat serta terbaik. 
Yang tercepat, terkuat dan terbaik dianugerahi hadiah oleh panitia. Nilai jual sapi-sapi pemenang pun menjadi tinggi dan jauh lebih mahal dibanding sapi biasa.

Pacu jawi ini telah berlangsung sejak dulu di Tanah Datar, yang awalnya sebagai ungkapan rasa syukur setelah habis panen.

Kini tradisi itu telah menasional bahkan mendunia, masuk kalender tetap pariwisata daerah itu dan sangat diminati wisatawan.
covesia.com
Perlu dilestarikan, Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi meminta agar keunikan pacu jawi tetap dilestarikan.

"Kegiatan ini sangat unik dan berbeda dengan yang lain, sehingga perlu dilestarikan sebagai budaya dan tradisi masyarakat Kabupaten Tanah Datar," ujarnya.

Menurutnya, pacuan ini sangat unik dan menarik hingga menjadi salah satu agenda pariwisata yang diminati para fotografer dan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Selain itu pacu jawi juga berdampak positif bagi perekonomian dan sosial budaya masyarakat setempat, bisa pula meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan daerah Tanah Datar umumnya.

Ketika acara pacu jawi ini diadakan masyarakat bisa menggelar aneka jenis makanan, minuman, dan cendara mata. Selain itu, bagi para peternak jawi atau sapi juga bisa pula meningkatkan kesejahteraannya. Ini karena setiap sapi pacuan akan punya nilai jual berbeda. Sapi yang berlomba akan lebih tinggi dibanding sapi biasa.

Tradisi pacu jawi kini bukan hanya milik masyarakat Kabupaten Tanah Datar saja, tapi sudah mendunia sehingga diharapkan masyarakat bisa mempertahankan tradisi ini dan dijaga agar jangan terpengaruh oleh kebudayaan asing.

Para pengurus Persatuan Olahraga Pacu Jawi (Porwi) setempat bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga bisa membuat kalender wisata kegiatan pacu jawi, sehingga para wisatawan dalam dan luar negeri dapat menentukan waktu kapan mereka bisa menyaksikan olahraga tradional yang unik dan menarik tersebut.

Bupati juga mengapresiasi masyarakat yang sudah melaksanakan lomba pacuan jawi di lokasi persawahan yang sudah seringkali dilaksanakan.
Ini Videonya dari aduhmalu
 



Dikutip dari Kompas, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanah Datar Margawan, mengatakan, pihaknya merencanakan peningkatan kunjungan wisata ke kabupaten ini tahun 2014 dengan menggelar Visit Tanah Datar 2014. Saat ini kunjungan wisatawan di Kabupaten Tanah Datar baru berkisar 150.000 orang per tahun. Tahun depan diharapkan sekitar 500.000 orang berkunjungan. Ada empat kecamatan penyelenggara pacu jawi di Tanah Datar, yakni Kecamatan V Kaum, Pariangan, Sungai Tarab,dan Rambatan. Menurut marwan, pacu jawi terbesar dilaksanakan pada 10, 17, 24 dan 31 agustus 2013. Kegiatan ini menjadi ajang bagi pemilik sapi untuk menguji kemampuan berlari hewan peliharaan mereka. Sekitar 800 ekor sapi akan berpacu di sawah dalam acara selama empat hari Sabtu dalam bulan Agustus itu. “kalau sapi bisa berlari lurus, harganya bisa melonjak dua kali lipat atau bahkan lebih dari harga normal”. Pacu jawi digelar turun temurun. Sebelum terangkat menjadi kegiatan wisata, pacu jawi adalah kegiatan lokal masyarakat sebelum musim tanam dilakukan. Di tanah datar, sekitar 75 persen warganya adalah petani. Hari Sabtu lalu, kegiatan pacu jawi untuk bulan Maret-April digelar di Jorong Tigo Batur. Kegiatan diadakan selama lima kali hari Sabtu, pukul 12.00-15.00. lokasi pacu jawi juga dijadikan arena pacu jawi akbar ada Agustus nanti. “Sekitar 400 sapi yang ikut kegiatan kali ini”, ujar Ketua Persatuan Olahraga Pacu jawi (Porwi) Tanah Datar Fahmi. Sapi didatangkan dari sejumlah nagari di Tanah Datar, jumlah sapi semakin bertmbah setelah pacu jawi banyak digelar di Tanah Datar beberapa tahun terakhir. Tiga tahun lalu, ada sekitar 80 sapi ikut serta dalam sekali kegiatan pacu jawi. Selain itu ada sekitar 60 joki yang biasa mengendalikan laju sapi. Tak mudah sebenarnya mengendalikan laju sapi. Joki hanya berdiri di tangkai bajak sambil memegang ekor sapi agar sapi mau berlari. Bertempur dalam area sawah penuh lumpur. Kadang sapi berlari kearah yang tidak seharusnya. Belum lagi yang harus dikendalikan adalah dua ekor sapi. Cipratan lumpur mengenai seluruh tubuh joki bahkan mengenai mata. Dan itu bisa mengganggu penglihatan para joki.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/akbarisation/pacu-jawi-tanah-datar-perayaan-tradisional-atraksi-wisata_552951bd6ea8341a5b8b4575


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/akbarisation/pacu-jawi-tanah-datar-perayaan-tradisional-atraksi-wisata_552951bd6ea8341a5b8b4575


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/akbarisation/pacu-jawi-tanah-datar-perayaan-tradisional-atraksi-wisata_552951bd6ea8341a5b8b4575


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/akbarisation/pacu-jawi-tanah-datar-perayaan-tradisional-atraksi-wisata_552951bd6ea8341a5b8b4575
Ada empat kecamatan penyelenggara pacu jawi di Tanah Datar, yakni Kecamatan V Kaum, Pariangan, Sungai Tarab,dan Rambatan. Menurut marwan, pacu jawi terbesar dilaksanakan pada 10, 17, 24 dan 31 agustus 2013. Kegiatan ini menjadi ajang bagi pemilik sapi untuk menguji kemampuan berlari hewan peliharaan mereka. Sekitar 800 ekor sapi akan berpacu di sawah dalam acara selama empat hari Sabtu dalam bulan Agustus itu. “kalau sapi bisa berlari lurus, harganya bisa melonjak dua kali lipat atau bahkan lebih dari harga normal”. Pacu jawi digelar turun temurun. Sebelum terangkat menjadi kegiatan wisata, pacu jawi adalah kegiatan lokal masyarakat sebelum musim tanam dilakukan. Di tanah datar, sekitar 75 persen warganya adalah petani. Hari Sabtu lalu, kegiatan pacu jawi untuk bulan Maret-April digelar di Jorong Tigo Batur. Kegiatan diadakan selama lima kali hari Sabtu, pukul 12.00-15.00. lokasi pacu jawi juga dijadikan arena pacu jawi akbar ada Agustus nanti. “Sekitar 400 sapi yang ikut kegiatan kali ini”, ujar Ketua Persatuan Olahraga Pacu jawi (Porwi) Tanah Datar Fahmi. Sapi didatangkan dari sejumlah nagari di Tanah Datar, jumlah sapi semakin bertmbah setelah pacu jawi banyak digelar di Tanah Datar beberapa tahun terakhir. Tiga tahun lalu, ada sekitar 80 sapi ikut serta dalam sekali kegiatan pacu jawi. Selain itu ada sekitar 60 joki yang biasa mengendalikan laju sapi. Tak mudah sebenarnya mengendalikan laju sapi. Joki hanya berdiri di tangkai bajak sambil memegang ekor sapi agar sapi mau berlari. Bertempur dalam area sawah penuh lumpur. Kadang sapi berlari kearah yang tidak seharusnya. Belum lagi yang harus dikendalikan adalah dua ekor sapi. Cipratan lumpur mengenai seluruh tubuh joki bahkan mengenai mata. Dan itu bisa mengganggu penglihatan para joki.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/akbarisation/pacu-jawi-tanah-datar-perayaan-tradisional-atraksi-wisata_552951bd6ea8341a5b8b4575
Share:
Read More
,

Pacu Jawi Yang Berlumuran Lumpur, Asiiikkkk

SUTAN MINANG - Masyarakat Minangkabau sudah sepantasnya bangga hidup dan lahir di tanah yang punya kekuatan budayanya.

Keanekaragaman masyarakat, wisata, hingga kebiasaan yang telah turun temurun menjadi warisan yang tak bisa ditinggalkan begitu saja.

Banyak hal yang bisa kita lihat di Bumi Minang ini, salah satu yang paling manarik ialah Event Pacu Jawi yabg terdapat di daerah kabupaten Tanah Datar.

Dikutip dari instagram SEKALIJALAN.COM, Pacu Jawi (sapi) di Tanah Datar, Sumatera Barat ini menjadi salah satu spot wisata yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke sana.

Pacu jawi ini sangat unik dan menarik sehingga menjadi salah satu agenda pariwisata yang disukai para fotografer dan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Di sisi lain, pacu jawi juga mempunyai dampak positif bagi perekonomian dan sosial budaya masyarakat yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Berdasarkan kalendar event pariwisata Sumatera Barat 2017, pacu jawi dapat disaksikan di kawasan Nagari Sawah Tangah, kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada 6 Mei 2017.

Tak dipungkiri, pacu jawi saat ini tak lagi milik orang Tanah Datar saja, tapi sudah mendunia sehingga diharapkan masyarakat dapat mempertahankan tradisi seperti ini dan tidak terpengaruh dengan budaya asing.

Kepala Dinas Parpora Tanah Datar Edisusanto mengatakan pacu jawi merupakan warisam budaya yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

“Kegiatan pacu jawi ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan menjadi sarana hiburan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” katanya. “Atraksi pacu jawi ini adalah permainan tradisional masyarakat di empat kecamatan di Tanah Datar yang diaplikasikan sebagai hiburan masyarakat,” katanya.

Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat melalui Kasi Strategi Pemasaran dan Brand Pariwisata, Riza Chandra, menambahkan pacu jawi dilaksanakan untuk mengisi masa setelah panen padi sampai musim bercocok tanam yang prosesinya dilaksanakan secara adat Minangkabau.

Jika kita telaah dari berbagai foto yang beredar, event ini cukup unik dan sayang jika dilewatkan, bagi teman-teman yang ke sumbar.

Pasalnya, kegiatan ini hanya dapat ditemui di Kabupaten Tanah Datar, dan tidak ada di Daerah lain.

Jika punya keinginan datang ke Sumatera Barat, jangan lupa datang ke kabupaten tanah datar pada 6 Mei 2017 ini ya.

Share:
Read More

Saturday

,

Tanggal 16 April 2017 Festival Langkisau

salah satu atraksi di festival langkisau. sumber nazhalitsnaen 
SUTAN MINANG -Postingan kali ini admin ambil dari antarasumbar. Tentang kegiatan festival Langkisau.

Festival Langkisau di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, disiapkan sebagai magnet untuk mempromosikan pariwisata di daerah yang berjulukan "Negeri Sejuta Pesona" itu.

"Penyelenggaraan Festival Langkisau juga untuk menyemarakkan hari jadi kabupaten ke-69," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Zefnihan, di Painan, Kamis.

Kegiatan tersebut dimulai pada 16 April 2017 atau sehari setelah peringatan hari jadi kabupaten dan akan digelar hingga 22 April 2017.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama festival di antaranya bazar, pameran, lomba burung berkicau, permainan tradisional, pemilihan uda-uni dan lainnya.

"Dengan berbagai perlombaan tersebut kami tidak hanya menargetkan wisatawan lokal namun mancanegara juga ikut menikmatinya," ujarnya.

Festival Langkisau akan dibuka oleh pejabat pada Kementerian Pariwisata sedangkan khusus bagi masyarakat Pesisir Selatan undangan secara menyeluruh langsung disampaikan oleh wali nagari atau kepala desa adat sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten.

Penyelenggaraan Festival Langkisau difokuskan di Pantai Carocok sebagai salah satu lokasi wisata andalan kabupaten itu.

Selain memiliki lokasi luas, juga terdapat sebuah pentas dan lokasi parkir bisa menampung kendaraan dalam jumlah banyak serta yang tidak kalah menarik adalah pengunjung disuguhi pemandangan pantai yang luar biasa. (*)
 
Share:
Read More

Friday

,

Matrilineal Menjadi Sistem Kekerabatan Tertua Dan Masih Dianut Sampai Saat Ini

SUTAN MINANG - Pembahasan kali ini Sutan Minang ambil dari salah satu kiriman di website sumbarprov.go.id.

Mudahan menambahkan pengetahuan baru tentang Sumatera Barat atau Minangkabau ya teman-teman.

Dari tulisan tidak ada yang diedit, cuma struktur paragraf.

Oleh : Teguh Gunung AnggunSuku

Minangkabau memiliki sejuta pesona. Bukan hanya terlihat dari destinasi wisata, akan tetapi kebudayaan, kulinernya yang lezat, etnis yang beragam, serta berbagai keseniannya yang semarak. Pesona ini bukan hanya terkenal di Nusantara, akan tetapi melegit hingga kancah internasional.

Berikut ini adalah pesona-pesona minang yang membuat kita bangga menjadi bagian dari Minangkabau

1. Tari Piring

Termasuk Tujuh Seni Tarian Indonesia yang Mendunia. Tari ini merupakan tarian khas Minang yang memiliki pesona tersendiri sehingga membuatnya terkenal hingga ke Internasional.

Pada awalnya, Tari Piring ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah.

Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis.

Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau, tradisi Tari Piring tidak lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur. Akan tetapi, tari tersebut digunakan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat banyak yang ditampilkan pada acara-acara keramaian.

2. Kerambit

Senjata Paling Berbahaya di Dunia.

Kerambit merupakan senjata tradisional asal Minang yang dinobatkan menjadi paling mematikan di dunia. Bentuknya kecil dan imut. Namun sangat berbahaya sebab bisa menyayat atau merobek anggota tubuh lawan.

Hebatnya lagi, senjata ini bisa melumpuhkan musuh secara cepat dan tak terdeteksi.

2. Desa Terindah di Dunia Ternyata Adadi Indonesia

Salah satu pesona minang juga terletak di sebuah desa. Desa ini bernama Pariangan atau Nagari Pariangan.

Lokasinya tepat di lereng Gunung Marapi atau sekitar tiga jam perjalanan dari Padang.

Selain umur yang sudah tua, ada hal lain yang membuat tempat ini dinobatkan sebagai desa terindah di dunia.

Nagari Pariangan, yang terletak di kaki gunung merapi kabupaten Tanah Datar ini, ternyata menjadi terindah di dunia. “Anugerah yang amat luar biasa kini didapat masyarakat Pariangan, nagari tuo di Ranah Minang. Majalah Travel Budget terbitan New York yang menyandangkan predikat desa terindah di dunia untuk nagari ini,” ujar Bupati Tanah Datar H. Irdinansyah Tarmizi beberapa waktu lalu.

3. Mentawai, Surga Peselancar Dunia

Pesona Minang juga terletak di destinasi wisatanya, yaitu Mentawai.

Mentawai yang merupakan salah satu Kabupaten di Sumbar terkenal ke seluruh dunia karena ombaknya yang banyak digemari para pecinta olahraga Surfing.

Bahkan mendiang Paul Walker, salah satu pemeran di film Fast and Farious sangat mencintai Mentawai hingga ia menitipkan sebuah petisi untuk menjaga Mentawai.

Selain itu Mentawai juga terkenal karena kebudayaannya. Tatto Mentawai konon merupakan salah satu tatto tertua di dunia.

Pengakuan yang diberikan oleh dunia internasional pada ombak mentawai bisa dilihat dari even selancar yang diadakan di kepulauan ini.

Tiap tahun, Mentawai ditunjuk sebagai penyelenggara World Champions Surfing Series atau Seri Kejuaraan Dunia Selancar Air yang dijadwalkan tiap bulan Agustus.

Dengan adanya kejuaraan ini, Mentawai bisa menjaring 3000 wisatawan asing pada 2007.

Sebanyak 60% dari wisatawan yang datang berasal dari Australia, 39% dari Amerika Serikat, dan sisanya dari Eropa, dan Asia.

Tiap wisatawan rata-rata menghabiskan US$ 2.500 selama berselancar di Mentawai.

4. Mesjid Mahligai Minang, Termasuk salah satu Arsitektur Mesjid Paling Unik Di Dunia.

Mahligai Minang tidak semata-mata sebuah masjid, tetapi sebuah identitas yang akan menjadi pusat peradaban, di mana salah satu bangunan utamanya adalah bangunan masjid.

Di situlah perpaduan antara Islam dan Minangkabau, dengan melengkapi bangunan atau ruangan. Antara lain ruangan atau bangungunan lembaga pendidikan seperti perpustakaan, tempat rekreasi keluarga sakinah, ruang serba guna yang menampung 3.000 orang yang bisa digunakan untuk seminar, pertunjukan kesenian, dan sebagainya.

Baca juga : Masakan Minang Anyang

5. Kuliner Minang Nomor Satu di Dunia

Menteri Kesehatan (Nila F Moeloek)  mengatakan Ranah Minang memiliki wisata kuliner yang sangat popular.

"Wisata kuliner Minang nomer 1 di Indonesia bahkan diakui dunia dengan dinobatkannya rendang seperti makanan paling enak,” kata Menteri Nila di Padang.

Kuliner juga menjadi pesona minang yang membanggakan.

6. Suku Minang merupakan masyarakatpenganut matrilineal terbesar di dunia

Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia.

Selain itu, etnik ini juga telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa pra-Hindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum.

Prinsip adat Minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan Adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al-Qur’an) yang berarti adat berlandaskan ajaran Islam.

Orang Sumbar terutama suku Minangkabau menganut sistem kekerabatan Matrilineal yaitu garis keturuna berdasarkan garis keturunan ibu.

Suku bagi orang Minangkabau juga diturunkan berdasarkan sistem Materilineal ini, artinya suku anak akan mengikut kepada suku ibunya.

Konon sistem matrilineal ini adalah sistem kekerabatan tertua dan etnis Minangkabau adalah salah satu etnis di dunia yang masih menganutnya sampai saat ini.

Selain Minangkabau, suku Mosuo di Yunnan China juga masih menggunakan sistem matrileneal.

Baca juga : Kopi Miang Solok Punya Rasa

Share:
Read More